KPP Tanjung Unggat Terima Bantuan Motor Sampah

Foto untuk : KPP Tanjung Unggat Terima Bantuan Motor Sampah

         Pertumbuhan penduduk yang relatif cepat berdampak pada munculnya permasalahan di perkotaan. Seperti penurunan kualitas pelayanan publik, berkurangnya ketersediaan lahan permukiman, penumpukan sampah, dan masalah sosial lainnya. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) menjadi salah satu dari sekian banyak program pemerintah yang bertujuan untuk mengentaskan masalah permukiman kumuh di perkotaan.

        Kota tanjungpinang salah satu kota yang ditargetkan 0 ha kumuh pada tahun 2019 mendatang. Wilayah yang termasuk dalam kategori kumuh berdasarkan SK Walikota Tanjungpinang adalah Kelurahan Kemboja dan Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kelurahan Tanjung Unggat, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, dan Kelurahan Tanjungpinang Timur dari Kecamata Bukit Bestari serta Kelurahan Kampung Bugis dan Kelurahan Senggarang dari Kecamatan Tanjungpinang Kota.

        Pada tahun 2018 program Kotaku mengalokasikan Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar Rp 74.000.000,- untuk kegiatan pengadaan 2 unit motor sampah dengan item-item yang lainnya untuk penunjang sarana mengatasi permasalahan sampah khususnya di Kelurahan Tanjung Unggat. Salah satu kegiatan penting ialah bantuan dua unit Motor sampah sampah yang diberikan oleh Pemerintah Pusat Melalui dana BDI Program Kotaku bersama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tanjung Unggat Lestari, sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan persampahan di Kelurahan Tanjung Unggat.

        Lurah Tanjung Unggat, Said Fatahullah, S.Sos. mengatakan saat ini ada banyak sampah per harinya yang ada di kelurahan Tanjung unggat baik itu berasal dari warga setempat maupun yang berasal dari laut (sampah kiriman). Dengan adanya bantuan itu, diharapkan bisa mengurangi volume sampah yang ada. “Kita targetkan mulai tahun 2018 ini, dengan kegiatan yang terinisiasi, bisa memaksimalkan pengurangan sampah yang ada di wilayah Tanjung Unggat, bantuan dua unit Motor sampah itu bisa juga diintegrasikan dengan gerakan bank sampah. Sehingga keinginan agar Tanjung Unggat bersih dari sampah bisa terwujud. “Alat angkut sampah ini menjadi program nyata yang bisa terintegrasi dengan bank sampah. Kita ingin ada kegiatan pengolahan sampah yang mandiri, tidak bergantung pada swasta dan Pemko Tanjungpinang,” ucapnya.

        BKM diharapkan menjadi ujung tombak dalam mempercepat tercapainya permukiman layak huni dan berkelanjutan, "BKM sudah berpengalaman dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan penanggulangan kemiskinan. BKM ini direvitalisasi dari sebelumnya yang terfokus pada penanggulangan kemiskinan, kini berorientasi ke penanganan kumuh, melalui berbagai program, khususnya Kotaku yang terdiri dari National Slum Upgrading Program (NSUP) dan Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase 2 (NUSP-2) ini dirasa amat efektif mengentaskan kawasan kumuh." Pungkasnya.

        Khairul Tamam, selaku Unit Pengelola Lingkungan (UPL) BKM Tanjung Unggat Lestari Kelurahan Tanjung Unggat ditemui Tim Fasilitator mengungkapkan Pihaknya mengapresiasi Program Kotaku, "Kelurahan tidak sama dengan Desa yang mempunyai Anggaran Dana Desa (ADD), dan bantuan-bantuan lain, khusus untuk kelurahan, kita membantu pemerataan pembangunan, kemudian dengan adanya bantuan program kotaku diharapkan Tanjung Unggat lebih baik lagi," ujarnya.

         Menurut Khairul. T, Program Kotaku merupakan Program Pemerintah Pusat yang telah disosialisasikan kepada seluruh Pemerintah Daerah dan saat  ini BKM menyiapkan dua unit motor sampah sampah roda tiga untuk ditempakan di RW 3 dan RW 4 wilayah kelurahan Tanjung Unggat.

“Idealnya satu RT itu memiliki satu unit Motor sampah sampah, namun karena keterbatasan anggaran dan cakupan penanganan wilayah kumuh maka hanya beberapa RW yang mendapat bantuan motor sampah. Program ini akan berkelanjutan supaya membuat lingkungan jadi lebih bersih. Ini juga bagian dari program Kotaku yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan Kumuh,” kata Khairul T.

Dua unit Motor sampah yang dihibahkan di wilayah Tanjung Unggat itu memiliki kapasitas mesin 150 cc. Sementara untuk daya angkut yakni mampu membawa beban sebanyak 500 kilogram dengan volume 1,5 meter kubik bak sampah yang sudah di modifikasi penambahan.

        Tim KPP Kelurahan Tanjung Unggat Edi Nafianto, menyambut baik dengan adanya program kotaku ini, program Kotaku tidak hanya memikirkan infrastruktur bangunan saja seperti jalan dan drainase, akan tetapi permasalahan sampah yang selama ini menjadi permasalahan besar bagi kami juga bisa di atasi, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah khususnya kelurahan Tanjung Unggat beserta BKM Tanjung Unggat Lestari, dengan adanya batuan ini kami dan masyarakat siap menjadikan kelurahan Tanjung Unggat yang bersih dan bebas kumuh, serta bimbingan dan arahan sangat kami butuhkan dari BKM dan Tim Fasilitator Pendamping Program Kotaku.

 

Penulis :

Zulpan Andespa (Senior Fasilitator)

Urai Kharisma (Fasilitator Sosial)

Follow Me On Instagram





IKlan 3
Iklan Sidebar Kanan
Iklan Sidebar Kiri