KOTAKU Gelar Sertifikasi Pekerja Terampil

Foto untuk : KOTAKU Gelar Sertifikasi Pekerja Terampil

          Era persaingan pasar global harus disikapi positif oleh para pekerja kita. Tentunya kita wajib berbenah dan meningkatkan kapasitas agar tetap eksis dan mampu bersaing. Salah satu komponen penting yang harus dibenahi dalam era persaingan pasar global adalah meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia (SDM).
Salahsatu pembenahan kapasitas SDM adalah disektor pekerja konstruksi dilakukan melalui sertifikasi pekerja terampil agar mampu menambah daya saing tenaga kerja. Sertifikasi pekerja terampil seakan sudah menjadi kewajiban dalam menambah nilai jual tenaga kerja.
          “Sesuai amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 70 mengatur bahwa setiap pekerja konstruksi yang bekerja di sektor konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja. Sertifikasi juga diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja konstruksi yang diakibatkan oleh kurang terampilnya SDM yang bekerja,” ujar Wan Evrizal bidang Jasa Konstruksi Dinas PU dan Tata Ruang Provinsi kepulauan Riau (3/10/2018).
 

Sejauh mana kesiapan pekerja terampil kita ?
          SDM yang tangguh, menurut Muslimin Nasution (1998), adalah SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Tugas pendidikan, selain mempersiapkan sumber daya manusia sebagai subjek perdagangan bebas, juga membina penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang nyatanya sangat berperan dalam membantu dunia usaha dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional.
Oleh karena itu, tantangan kita pada masa yang akan datang ialah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor, dengan mengandalkan pada kemampuan SDM, teknologi, dan manajemen.
          Untuk menjawab tantangan menghadapi kesiapan persaingan pasar global disektor pekerja konstruksi, program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Provinsi Kepulauan Riau serta dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi (LPJKP) Kepulauan Riau dan Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah-1 Banda Aceh melaksanakan sertifikasi pekerja terampil sejak tanggal 3 sampai dengan 15 Oktober 2018. Sertifikasi mencakup Sub Kualifikasi Tukang Batu, Tukang Kayu,  Plumbing dan Tukang Besi Beton.
          Kotaku Provinsi Kepulauan Riau ikut berpartisipasi dalam Kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil di 4 Kota Kabupaten dampingan yakni Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan Kota Batam dan Tanjungpinang. Peserta yang ikut dalam Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil berjumlah 601 orang adalah tukang/pekerja konstruksi. Semua peserta sudah mempunyai pengalaman dalam bidang konstruksi sesuai keahlian, namun belum memiliki sertifikasi untuk keahlian tersebut.
Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil Provinsi Kepulauan Riau tahap awal dilaksanakan pertama kali di Kota Tanjungpinang pada hari Rabu tanggal 03 Oktober 2018, bertempat di Balai Pertemuan Warga Gang Harapan RT 01 RW 06 Kelurahan Kampung Bugis.
          Hadir pada kegiatan ini Wakil Ketua I LPJKP Lenin Sudarso, SE, ST . Disampaikan bahwa “keselamatan kerja merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pekerja konstruksi. Pekerja harus mengerti SOP bidang konstruksi sesuai keahlian, minimal paham dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yakni Helm, Rompi, Sepatu dan Sarung Tangan”.

Follow Me On Instagram





IKlan 3
Iklan Sidebar Kanan
Iklan Sidebar Kiri