Mengenal Sosok Panglima Cipta Karya Kepulauan Riau

19/March/2020  Raziza M. Rasyid  infrastruktur  223  orang

Tokoh kita kali ini datang dari Kepulauan Riau (Kepri). Albert Rheinaldo, namanya. Pria yang biasa dipanggil dengan sebutan Pak Al ini adalah Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepri. Hal tersebut menggenapi 14 tahun tugasnya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Permahan Rakyat (PUPR).

Kegiatan pertama yang dilakukan Pak Al setelah menjadi kepala balai adalah melihat kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) langsung ke lapangan. Ia juga berdialog dengan masyarakat tentang manfaat program dan berkoordinasi dengan Tim konsultan Kotaku guna memahami informasi terkait tujuan, sasaran, dan kebijakan-kebijakan Program Kotaku.
Ia juga dikenal suka berkoordinasi dengan kepala daerah dalam rangka menyampaikan pesan-pesan terkait keciptakaryaan, bahwa ada readiness criteria yang harus dijalankan oleh pemerintah kota. Para Kepala Daerah yang sudah berkoordinasi adalah Kota Batam dan Tanjungpinang. Apa yang harus diperbaiki, memetakan masalah juga merupakan dukungan terhadap kegiatan Skala Kawasan.

Berkat kerja kerasnya, lokasi skala kawasan Kota Batam berhasil disetujui. Tak hanya itu, Pak Al juga mengomunikasikan permasalahan di Kampung Bugis ke Kadis Perkim, sehingga akhirnya rumah-rumah warga yang dibangun di luar pelatar berhasil dibongkar. Kini Tanjungpinang sudah masuk dokumen lelang untuk kegiatan Skala Kawasan. Dukungannya untuk pelaksanaan kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) infra juga patut diacungi jempol, karena ia mengutus salah seorang ahli sebagai narasumber untuk meng-coaching tim tentang kegiatan tangki septik komunal.
Harapan Pak Al sebagai Kepala Balai adalah bahwa semua infrastruktur harus bisa dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Ia juga berharap kegiatan Kotaku memberikan warna baru dan berbeda, yakni memiliki Infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada bisnis semata. Semisal, jika ada pekerjaan air bersih, bangun juga toiletnya, karena tanpa air bersih tidak bisa membangun toilet. [Kepri]
Dokumentasi lainnya:

Penulis: Raziza Malindawati, TA Komunikasi OC3 Kotaku Provinsi Kepulauan Riau



Bagikan ke :